Selasa, 30 April 2013

Biola Rusak Melahirkan Biola Bambu dan Alat Musik Bambu Lainnya



Aku sejenak memejamkan mata untuk sesaat membayangkan musik tak lagi menjadi teman dalam mengisi keseharianku. Kosong, sepi dan sepertinya akan gila apalagi saat ini biola menjadi teman akrabku dalam keadaan rusak di sudut ruangan gelap. Bagi Yudi Rahmat ( 65 ) pria yang akrab di sapa abah initak rela biolanya termenung tak berdaya di pojok ruangan gelap. Musik memberikan irama keindahan tersendiri bagi sebuah kehidupan, alunannya terdengar merdu dan menyentuh nada-nada sisi kehidupan ini sehingga berwarna menghiasi langit-langit sisi kehidupannya. Baginya biola adalah gairah hidup untuk mengekspresikan diri dalam bermusik, tapi tak menutup kemungkinan abah menyukai alat musik lainnya.
 

Musik menjadi sesuatu yang tidak bisa terpisahkan dari abah, dari sejak kecil abah menyukai musik, semua alat musik sangat disukainya, khususnya biola yang menjadi primadonanya dalam bermusik. Ketika itu abah membayangkan bisa menciptakan alat musik sendiri dan keinginan abah pun tercapai, berawal dari ketika biolanya itu rusak. Ide membuat biola sendiri dari bambu terinspirasi dari banyaknya bambu di halaman rumahnya yang tidak terpakai dan tergeletak begitu saja tanpa ada manfaatnya. Akhirnya abah berhasil membuat biola pertamanya dari bambu itupun membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun untuk membuat biola bambu yang sesuai dengan keinginannya.


Proses pembuatan biola bambu ini berbeda dengan biola modern pada umumnya, disini pembuatan cukup sulit dari mulai pemilihan bambu, proses pengeringan, penipisan dan sampai finish. Dalam proses pengeringan membutu hkan waktu dan tidak bisa terkena cahaya matahati langsung karena bambu bisa mengecil adapun waktu yang bisa hanya bisa terkena matahari sampai 10.00 pagi.“ Memang agak sulit membuatnya, sulitnya itu dari penipisan karena biasanya kalau orang belum paham, suka terlalu tipis nanti cepat pecah.” jelasnya. 


Biola bambu ini kalau dari segi nada tidak jauh beda dengan biola modern pada umumnya, menggunakan nada doremi dan menggunakannya pun sama. Namun mempunyai tingkat kesulitannya lebih tinggi dari biola modern biasanya karena menyesuaikan nada yang keluar dari biola bambu tersebut. Dan biola bambu tidak bisa dibentuk sesuai keinginan karena sudah mempunyai bentuk dan ruang tersendiri. “ Bambu ini beda dengan kayu yang bisa kita bentuk seperti keinginan kita. Makanya bahan yang digunakan oleh pemainnya.” Ungkap Abah.


Seiring waktu berlalu secerca sinar mentari harapan pun menyongsong impian-impian lain yang abah inginkan untuk bisa membuat alat musik lainnya dari bambu sehingga bisa melestarikan bambu. Abah dan kawannya Adang Muhidin ( 40 ) membentuk komunitas pencinta bambu yang diberi nama IBS ( Indonesia Bamboo Society ) yang launching 11 November 2011. IBS ( Indonesia Bamboo Society ) dilatarbelakangi karena banyaknya bambu di Indonesia yang begitu melimpah namun kebanyakan kurang dimanfaatkan dan hanya dipakai sebagai kayu bakar, selain itu setiap alat musik mempunyai ruang sehingga bambu adalah bahan yang tepat karena bambu sudah mempunyai ruang tersendiri sehingga memudahkan.


Abah di IBS ( Indonesia Bamboo Society ) sendiri sekarang yang menjabat sebagai penasehat dan Adang Muhidin sebagai Presiden IBS ( Indonesia Bamboo Society ) berharap dengan adanya komunitas bamboo ini bisa menjadi salah satu komunitas musik yang tetap menjaga kelestarian alam khususnya bambu, dan alat musik yang dibuat berfokus pada alat musik modern, alasannya karena dengan menciptakan alat musik modern dari bambu diharapkan peminatnya para generasi muda sehingga alat musik bambu ini berumur panjang. Saat ini sudah banyak alat musik dari bambu yang sudah dibuat seperti suling, seksofon, gitar, dan alat perkusi lainnya. Cita dan harapan selalu tersenyum di mulut abah yang disebarluaskan untuk generasi muda sehingga tak akan lekang oleh masa yang berawal dari biola yang rusak menjadi sesuatu yang besar dalam melestarikan bambu.

1 komentar:

Bisa pesan gak ukuran 1/4 yang bagus plus harganya ya...Tolong di emailin ke maya_music23@yahoo.com

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More