SMAN 8 Bandung Targetkan Juara 1 Jurnas

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kawanan Rampok Gasak Rp 80 Juta dari Kantor Pos

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 30 April 2013

Biola Rusak Melahirkan Biola Bambu dan Alat Musik Bambu Lainnya



Aku sejenak memejamkan mata untuk sesaat membayangkan musik tak lagi menjadi teman dalam mengisi keseharianku. Kosong, sepi dan sepertinya akan gila apalagi saat ini biola menjadi teman akrabku dalam keadaan rusak di sudut ruangan gelap. Bagi Yudi Rahmat ( 65 ) pria yang akrab di sapa abah initak rela biolanya termenung tak berdaya di pojok ruangan gelap. Musik memberikan irama keindahan tersendiri bagi sebuah kehidupan, alunannya terdengar merdu dan menyentuh nada-nada sisi kehidupan ini sehingga berwarna menghiasi langit-langit sisi kehidupannya. Baginya biola adalah gairah hidup untuk mengekspresikan diri dalam bermusik, tapi tak menutup kemungkinan abah menyukai alat musik lainnya.
 

Musik menjadi sesuatu yang tidak bisa terpisahkan dari abah, dari sejak kecil abah menyukai musik, semua alat musik sangat disukainya, khususnya biola yang menjadi primadonanya dalam bermusik. Ketika itu abah membayangkan bisa menciptakan alat musik sendiri dan keinginan abah pun tercapai, berawal dari ketika biolanya itu rusak. Ide membuat biola sendiri dari bambu terinspirasi dari banyaknya bambu di halaman rumahnya yang tidak terpakai dan tergeletak begitu saja tanpa ada manfaatnya. Akhirnya abah berhasil membuat biola pertamanya dari bambu itupun membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun untuk membuat biola bambu yang sesuai dengan keinginannya.


Proses pembuatan biola bambu ini berbeda dengan biola modern pada umumnya, disini pembuatan cukup sulit dari mulai pemilihan bambu, proses pengeringan, penipisan dan sampai finish. Dalam proses pengeringan membutu hkan waktu dan tidak bisa terkena cahaya matahati langsung karena bambu bisa mengecil adapun waktu yang bisa hanya bisa terkena matahari sampai 10.00 pagi.“ Memang agak sulit membuatnya, sulitnya itu dari penipisan karena biasanya kalau orang belum paham, suka terlalu tipis nanti cepat pecah.” jelasnya. 


Biola bambu ini kalau dari segi nada tidak jauh beda dengan biola modern pada umumnya, menggunakan nada doremi dan menggunakannya pun sama. Namun mempunyai tingkat kesulitannya lebih tinggi dari biola modern biasanya karena menyesuaikan nada yang keluar dari biola bambu tersebut. Dan biola bambu tidak bisa dibentuk sesuai keinginan karena sudah mempunyai bentuk dan ruang tersendiri. “ Bambu ini beda dengan kayu yang bisa kita bentuk seperti keinginan kita. Makanya bahan yang digunakan oleh pemainnya.” Ungkap Abah.


Seiring waktu berlalu secerca sinar mentari harapan pun menyongsong impian-impian lain yang abah inginkan untuk bisa membuat alat musik lainnya dari bambu sehingga bisa melestarikan bambu. Abah dan kawannya Adang Muhidin ( 40 ) membentuk komunitas pencinta bambu yang diberi nama IBS ( Indonesia Bamboo Society ) yang launching 11 November 2011. IBS ( Indonesia Bamboo Society ) dilatarbelakangi karena banyaknya bambu di Indonesia yang begitu melimpah namun kebanyakan kurang dimanfaatkan dan hanya dipakai sebagai kayu bakar, selain itu setiap alat musik mempunyai ruang sehingga bambu adalah bahan yang tepat karena bambu sudah mempunyai ruang tersendiri sehingga memudahkan.


Abah di IBS ( Indonesia Bamboo Society ) sendiri sekarang yang menjabat sebagai penasehat dan Adang Muhidin sebagai Presiden IBS ( Indonesia Bamboo Society ) berharap dengan adanya komunitas bamboo ini bisa menjadi salah satu komunitas musik yang tetap menjaga kelestarian alam khususnya bambu, dan alat musik yang dibuat berfokus pada alat musik modern, alasannya karena dengan menciptakan alat musik modern dari bambu diharapkan peminatnya para generasi muda sehingga alat musik bambu ini berumur panjang. Saat ini sudah banyak alat musik dari bambu yang sudah dibuat seperti suling, seksofon, gitar, dan alat perkusi lainnya. Cita dan harapan selalu tersenyum di mulut abah yang disebarluaskan untuk generasi muda sehingga tak akan lekang oleh masa yang berawal dari biola yang rusak menjadi sesuatu yang besar dalam melestarikan bambu.

Kamis, 25 April 2013

SMAN 8 Bandung Targetkan Juara 1 Jurnas


 Pelajar SMAN 8 Bandung pada Desember mendatang akan mengikuti jurnas (kejuaraan nasional) olahraga Softball yang diadakan oleh Bulungan Club di Jakarta. Secara rutin, anggota ekstra kulikuler Softball melakukan latihan setiap hari Sabtu, dan latihan tambahan setiap hari senin dan hari jum’at.

 “Kita lahitan secara rutin setiap hari sabtu dan ada latihan tambahan setiap hari senin dan hari jum’at karena akan menghadapi jurnas yang diadakan oleh Bulungan Klub, tanggal 15 sampai 20 Desember nanti”, kata Rifda Hana salah satu anggota organisasi ekstra Softball SMAN 8 Bandung.

Perempuan yang di sapa Rifda ini, mengaku memilih olahraga Softball karena ingin mencoba sesuatu yang baru dan ingin menambah aktivitas olahraga setelah sebelumnya saat duduk di bangku SMP, Ia memilih olahraga Basket. Ia juga mengatakan, di jurnas nanti ia punya target ingin menjadi juara. Sehingga dirinya harus rajin latihan.

Sementara itu menurut Kang Ibe, salah satu pelatih Softball yang berasal dari klub Rusa Hitam, SMAN 8 Bandung targetkan juara 1 tahun ini, setelah meraih juara 2 tahun lalu di kejuaraan yang sama.

 “Rusa Hitam merupakan klub Softball yang berdiri sejak tahun 1968 dan ber-anggotakan lebih dari 200 orang, juga sebagai pelatih soft ball di sekolah-sekolah dari mulai SD (Sekolah Dasar) sampai SMA (Sekolah Menengah Atas). Ada juga anak usia 5 tahun hingga usia dewasa. Termasuk menjadi pelatih di SMA 8 Bandung. Bagi sekolah-sekolah yang menginginkan ada ekstra kulikuler Softball, biasanya pihak sekolah yang meminta kepada Rusa Hitam untuk menjadi pelatih soft ball di sekolahnya.” jelas Ibe saat dimintai keterangan di Taman Pejuang Lodaya, Bandung hari Sabtu siang di sela waktu istirahat latihan. (10/11/12).

Rabu, 24 April 2013

Kekurangan UN tak Pengaruhi Mutu Lulusan


Jakarta, BK - Menteri Koordinator dan Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono Menyatakan, kekurangan penyelenggaraan ujian nasional (UN) SMA kemarin tidak bisa dijadikan alasan untuk menilai  mutu dari ujian tersebut itu menurun.

"Kekurangan penyelenggaraan UN, tidak menjadi alasan berkurangnya mutu lulusan tahun ini," ungkap Agung Laksono, seperti dilansir dari situs Setkab, Rabu (24/4).

Agung berharap, segala kekurangan yang terjadi dalam penyelenggaraan UN tahun ini tidak akan terjadi lagi dimasa mendatang. Selain itu, ia memberikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang telah bekerja keras dalam mengatasi berbagai persoalan UN kemarin.

"Saya berharap agar hasil UN dapat dijadikan sebagai dasar melakukan intervensi kepada sekolah dan daerah," pungkasnya. (M. Maulana Mahdi/BK)


M. Nuh Percaya Diri dengan Pendidikan Nasional


Jakarta - Walau terjadi karut-marut dalam penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) 2013 tingkat SMA pada minggu lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayan Mohammad Nuh tetap menilai pendidikan di Indonesia tidak seburuk yang orang pikirkan.

"Kalau pendidikan runtuh, kontribusi juga kecil. Kami bersyukur pendidikan di Indonesia tidak jelek-jelek amat. Kalau belum bagus, kita perbaiki.," tegas Nuh, di Jakarta, Rabu (24/4/2013).

Nuh menambahkan, kalau kita harus percaya diri dalam membangun pendidikan yang lebih baik dan penuh harapan.

“Ke depan kita penuh harapan, kalau kita tidak jelek-jelek amat, lumayan, meskipun bagi kelompok yang kacamata-kacamata yang negatif. Jadi jangan merasa khawatir, mengurusi pendidikan pasti mengurusi manusia, memanusiakan manusia,” ujarnya.

Menurut Nuh, tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (sikap spiritual.red), berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri (sikap sosial), dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. [Mahdi/BK]

Menanti Keretaku Sayang

Mohon maaf kepada seluruh penumpang Kereta Api (KA) KRD tujuan akhir Cicalengka, perjalanan anda harus terhenti karena stasiun Cimekar mengalami gangguan. Begitulah kurang lebih pernyataan yang disampaikan oleh pihak stasiun Gede Bage setelah kereta cukup lama berhenti di stasiun Gede Bage. Kereta KRD dengan jadwal keberangkatan sekitar jam setengah tujuh dari Stasiun Bandung harus berhenti dikarenakan di Stasiun Cimekar ada Kereta Baraya Geulis mogok. Begitu penjelasan yang Saya dengar ketika berada di dalam kantor KA sambil mencari udara segar, keluar dari KA bersama penumpang lainnya. Pemberitahuan itu disampaikan dua kali melalui speaker dengan kalimat yang sama. Tidak dijelaskan ada gangguan apa. Sehingga setelah slesai pemberitahuan, teriakan penumpang terus silih berganti protes. Bagaimana tidak, desakan penumpang di dalam kereta, pengap, pegal karena terlalu lama berdiri, tangisan anak kecil yang sulit dihentikan, mungkin karena kepanasan. Belum lagi pandangan mata saya yang tertuju pada seorang Kakek dengan tempelan salonpas di kedua sisi kepalanya kelelahan menunggu, lantas Ia mengantuk, kemudian jongkok untuk istirahat sambil tertidur. Syuukurlah Ia baik-baik saja dan masih mampu bersabar menunggu dengan keadaan seperti itu. Berbeda dengan keadaan pedagang minuman dingin asongan, dipanggil di sini-sana dan laku cepat semua minumannya saat itu. Sementara bagi penumpang yang sengaja turun dari kereta terlebih dahulu, sebagian besar ada yang hanya menunggu dihalaman stasiun, bertanya perihal pemberhentian kereta di stasiun Gede Bage, dan lainnya, kemudian mendapatkan kejelasan mengapa kereta diberhentikan dan memakan waktu yang cukup lama. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa pentingnya komunikasi dan mengkomunikasikan sesuatu. Apalagi ini menyangkut kepentingan umum, dalam hal ini komunikasi antara PT. KAI dengan penumpang yang mengalami kejadian ini saat Sabtu malam tanggal 17 November 2012. Sebaiknya, pemberitahuan yang disampaikan melalui speaker tersebut dilanjutkan dengan memberikan keterangan sebab kereta harus diberhentikan.melalui speaker juga, sehingga penumpang yang cape dan kesal akibat menunggu lama, tidak melampiaskan kekesalannya dengan teriakan-teriakan protes, padahal seharusnya mereka yang berteriak memaklumi karena terjadi gangguan disebabkan Kereta Baraya Geulis dengan tujuan akhir Bandung-Padalaran mogok di stasiun Cimekar. Dengan itu, informasi diterima oleh seluruh penumpang, tidak hanya bagi penumpang yang sempat turun. Sehingga ketika penumpang harus menunggu lama seperti itu, penumpang juga dapat sedikit sabar dan bisa memaklumi. Akhirnya kereta yang seharusnya sampai di stsaiun tempat Saya turun, Stasiun Rancaekek sekitar pukul 19.00 WIB. kembali diberangkatkan setelah petugas PT. KA Gede Bage menerima laporan bahwa kereta sudah dapat diberangkatkan karena satu-satunya jalur yang sudah bisa dilewati atau digunakan kembali. Alhasil Kereta sampai di Rancaekek pada pukul 20.54 WIB.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More